Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Perkembangan Sistem Operasi Linux


Sistem Operasi Linux merupakan jenis sistem operasi komputer yang dikembangkan oleh komunitas. Dalam sistem Operasi Linux kita mengenal beberapa istilah diantaranya Distro dan Repository, yang akan dijelaskan berikut ini.

1. GNU Linux
GNU/Linux adalah sebuah sistem operasi yang diciptakan oleh Linus Benedict Torvalds seorang mahasiswa Universitas Helsinki Finlandia di tahun 1991. Proyek GNU ini diluncurkan pada tahun 1984 untuk mengembangkan sebuah sistem operasi lengkap mirip UNIX berbasis perangkat lunak bebas, yaitu sistem GNU (GNU merupakan akronim berulang dari GNU‘s Not Unix; GNU dilafalkan dengan genyu). Nama itu dipilih karena rancangannya mirip Unix, tetapi berbeda dari UNIX, GNU tidak mengandung kode-kode UNIX. 
Pengembangan GNU diawali oleh Richard Stallman dan merupakan fokus asli Free Software Foundation (FSF). Varian dari sistem operasi GNU, yang menggunakan kernel Linux, dewasa ini telah digunakan secara meluas. Walaupun sistem ini sering dirujuk sebagai Linux, sebetulnya lebih tepat jika disebut sistem GNU/Linux.
Ada salah satu fitur atau kemampuan yang sangat menarik dari GNU/Linux yang belum ada pada sistem operasi populer lainnya, yaitu menjalankan sistem operasi dan aplikasi lengkap tanpa menginstalnya di hard disk. 
Dengan cara ini dengan mudah kita dapat menggunakan GNU/Linux di komputer orang lain karena tak perlu menginstalnya. Sejarah sistem operasi Linux berkaitan erat dengan proyek GNU, proyek program bebas freeware terkenal diketuai oleh Richard Stallman. 
Proyek GNU diawali pada tahun 1983 untuk membuat sistem operasi seperti Unix lengkap dengan kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembuatan dan seterusnya, diciptakan sepenuhnya dengan perangkat lunak bebas.


Gambar 1 Richard Stallman in Oslo, Norway 2009
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Richard_Stallman

Pada tahun 1991, pada saat versi pertama kerangka Linux ditulis, proyek GNU telah menghasilkan hampir semua komponen sistem ini kecuali kernel. Torvalds dan pembuat kernel seperti Linux menyesuaikan kernel mereka supaya dapat berfungsi dengan komponen GNU, dan seterusnya mengeluarkan Sistem operasi yang cukup berfungsi. Oleh karena itu, Linux melengkapi ruang terakhir dalam rancangan GNU.

2. Distro Linux
Distribusi Linux (Distro Linux) adalah sebutan untuk sistem operasi komputer dan aplikasinya, merupakan keluarga Unix yang menggunakan kernel Linux.
Distribusi Linux dapat berupa perangkat lunak bebas dan bisa juga berupa perangkat lunak komersial seperti Red Hat Enterprise, SuSE, dan lain-lain. Ada banyak distribusi atau distro Linux yang telah muncul. Beberapa bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya Distro Debian GNU/Linux. 
Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, DSL, dan sebagainya. Berikut ini digambarkan beberapa contoh Distro Linux yang beredar di pasaran.



Gambar 2 Beberapa contoh Distro Sistem Operasi Linux

Untuk mendapatkan distro linux, anda dapat mengunduh langsung dari situs distributor distro bersangkutan, atau membelinya dari penjual lokal. Beberapa distro Linux Live CD yang banyak dipakai antara lain Knoppix, SUSE Live Eval, Mandrake Move, Gentoo Live CD, Slackware Live CD dan lain-lain. Meskipun bentuknya Live CD, tetapi distro tersebut memiliki fungsi yang sama dengan distro-distro terinstal.
Di dalam CD tersebut, sudah terdapat paket-paket umum yang biasa kita jumpai di distro Linux besar, seperti: OpenOffice, KOffice, XMMS, GIMP, Konqueror, dan sebagainya. Namun ada beberapa pengecualian, yaitu beberapa paket yang memang sangat besar dan kiranya tidaklah umum digunakan oleh home user, mengingat kapasitas CD yang terbatas, yaitu sekitar 700MB.
Kepraktisan itu ada batasnya karena selama operasionalnya, Linux Live CD tidak mempunyai sebuah tempat khusus di dalam harddisk. Linux Live CD hanya memiliki tempat di memori utama (RAM), sehingga setelah di-restart, semua isi RAM akan dikosongkan dan Linux Live CD harus melakukan inisialisasi ulang untuk mendeteksi semua perangkat keras yang dimiliki oleh user.
Selain itu, kinerja dari Linux Live CD sendiri juga tidak bisa maksimal, karena kecepatan komputer untuk mengakses CD-ROM jauh lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan mengakses harddisk.

3. Repository
Repository merupakan sekumpulan paket-paket aplikasi atau program untuk sebuah sistem operasi linux yang digunakan untuk menunjang kinerja dari sebuah aplikasi, program, dan sebagainya yang didapatkan dari Server Mirror atau CD/DVD atau media penyimpanan lainnya. 
Dengan kata lain, repository adalah paket-paket khusus untuk sebuah sistem operasi yang kemudian paket-paket tersebut diinstal untuk mendapatkan kinerja lebih baik dari sebuah sistem operasi.
Repository mungkin hanya untuk program-program tertentu, seperti CPAN untuk bahasa pemrograman Perl, atau untuk seluruh sistem operasi. Operator repository tersebut biasanya menyediakan sebuah sistem manajemen paket, alat-alat yang dimaksudkan untuk mencari, menginstal dan sebaliknya memanipulasi paket perangkat lunak dari repositori.
Sebagai contoh, banyak distribusi Linux menggunakan Advanced Packaging Tool (APT) yang umumnya ditemukan di distro berbasis Debian, atau yum yang biasa ditemukan di distro berbasis Red Hat. Ada juga beberapa sistem manajemen paket independen, seperti Pacman, digunakan dalam Arch Linux dan equo, ditemukan di Sabayon Linux.









Perkembangan Sistem Operasi Open Source


Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut serta untuk disebarluaskan. Apabila pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun tersedia kode programnya.
Open source merupakan salah satu syarat bahwa suatu software dikatakan Free Software. Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software. Salah satu contoh free software adalah Linux. 
Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. 
FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source). http://www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi open source. Mulai tahun 1994-1995, server-server di Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server.
Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain. Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998. 
Namun, sejarah piranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford University, University of California Berkeley dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 1960 - 1970-an.
Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan setiap orang dapat memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.
Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10.
Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.
Karena itulah pada Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak dapat mengklaim piranti-piranti lunak yang dikembangkannya. Tahun 1985 beliau mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation. Tujuan utama organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi. 
Dengan FSF, Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak : gcc (pengompilasi C), gdb (debugger, Emacs (editor teks) dan perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan peranti lunak GNU. Akan tetapi Stallman dan FSFnya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya. 
Ada beberapa penyebab kegagalannya, salah satunya yang mendasar adalah sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang, dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas dalam pengembangannya.
Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 Universitas Helsinki, Finlandia mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama. 
Komunitas Linux terus berkembang dimana kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, Debian dan lainnya.
Beberapa dari distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya.
Free Software Foundation (FSF) selain perangkat lunak adalah lisensi GPL (GNU public License), dimana lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi ulang peranti lunak tersebut dan juga jaminan kebebasan untuk menjadikan hasil modifikasi tersebut tetap bebas didistribusikan. 
Linus Torvalds juga menggunakan lisensi ini dalam pengembangan dasar Linux.


Gambar 1 Linus Torvalds 

Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin meningkat juga minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk di sharing seperti Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan kebutuhan untuk mendefinisikan jenis peranti lunak tersebut.
Akan tetapi teminologi free yang dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang. Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL, dan sebagian lagi mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi. 
Para eksekutif di dunia bisnis juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh. Kondisi ini mendorong munculnya terminologi open source dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI (Open Source Initiative) suatu organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan Open Source, yang diinisiasi oleh Eric Raymond dan timnya. 
Beberapa contoh daftar distribusi Linux distributions yang didukung oleh Free Software Foundation ditunjukkan seperti pada Tabel 1 berikut ini.


 





Pengantar Sistem Operasi




1. Definisi Sistem Operasi
Sistem operasi (operating system atau OS) adalah perangkat lunak yang bertugas untuk mengatur, mengendalikan perangkat keras dan memberikan kemudahan untuk pemakai dalam penggunaan komputer. 
Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software aplikasi. Layanan tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, tugas penjadwalan, dan antar-muka user. 
Bagian kode yang melakukan tugas-tugas ini dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi.
2. Ragam sistem operasi
Sistem operasi yang digunakan untuk sistem komputer umum termasuk komputer personal terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu:
2.1. Keluarga Microsoft Windows 
Sistem operasi ini meliputi :
- Windows Desktop Environment berbasis MS-DOS (versi 1.x hingga 3.x), 
- Windows berbasis GUI Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME). 
- Sistem operasi berbasis Windows NT seperti :
Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, windows server 2008, windows server 2008 R2, Windows Home Server, Windows Vista, Windows 7 (Seven) yang dirilis pada tahun 2009, Windows 8 yang dirilis pada Oktober 2012 dan Windows Orient yang akan dirilis pada tahun 2014. Keluarga Windows CE seperti windows CE 1.0-CE 6.0 dan Windows Mobile.

2.2. Keluarga Unix. 
Sistem operasi ini menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, debian, red hat, SUSE, Ubuntu, Zeath OS (berbasis kernel linux yang dimodifikasi.). 
MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd. 
Sistem operasi keluarga unix lainnya seperti AIX, Amiga OS, DragonFly BSD, Free BSD, GNU, HP-UX, IRIX,Linux, LynxOS, MINIX, NetBSD, OpenBSD, OS X, Plan 9, QNX, Research UNIX, SCO OpenServer, Solaris, UNIX System V, Tru64 UNIX, UnixWare, 

3. Keluaraga Mac OS. 
Sistem operasi ini dikeluarkan oleh industri komputer Apple yang disebut Mac atau Macintosh. 
Sistem operasi ini antara lain ialah Public Beta (Kodiak), Mac OS X 10.0 (Cheetah), Mac OS X 10.1 (Puma), Mac OS X 10.2 (Jaguar), Mac OS X 10.3 (Panther), Mac OS X 10.4 (Tiger), Mac OS X 10.5 (Leopard), Mac OS X 10.6 (Snow Leopard), Mac OS X 10.7 (Lion), Mac OS X 10.8 (Mountain Lion). 
Berbasis Server : OpenStep, Raphsody, Mac OS X Server 1.0, berbasis Mobile: iOS. Awal tahun 2007 dikeluarkan versi 10.5 (Leopard). 
Tahun 2011 diluncurkan versi 10.7 (lion). Sistem tersebut menggunakan interface TEXT (DOS, POSIX, LINUX), dan GUI (Graphical User Interface) seperti MS Windows dan LINUX (berbasis TEXT dan berbasis GUI).

Teori Sistem Operasi sebuah Ringkasan



Perkembangan Sistem Operasi Closed Source 
Windows 9x, 2000, 2003, 2008, Windows 7, Windows 8 

Struktur Sistem Operasi Closed Source 
· Gambar / Arsitektur sistem operasi 
· Penjadwalan Processor 
· Manajemen Memori 
· Manajemen Input Output (I/O) 

Proses Booting Pada Sistem Operasi Closed Source 
· Boot Manager 
· Power On Self Test (POST) 

Instalasi Sistem Operasi Closed Source 
· Partisi harddisk dan sistem file 
· Metode instalasi sistem operasi clean install, 
· Metode instalasi sistem upgrade 
· Metode instalasi sistem operasi multibooting 
· Metode instalasi sistem operasi virtualisasi 

Administrasi Sistem Operasi Closed Source 
· Perintah-perintah dasar sistem operasi (DOS) 
· Registry Editor
(HKEY_CLASSES_ROOT, HKEY_CURRENT_USER, HKEY_LOCAL_MACHINE, HKEY_USERS, HKEY_CURRENT_CONFIG) 
· Desktop Environtment
 (System and Security, Network and Internet) 
· Desktop Environtment
(Hardware and Sound, Programs / Add Remove Program) 
· Desktop Environtment (User Accounts and Family Safety, Appearance and Personalization, Clock, Language and Region, Ease of Access) 

Prosedur Pencarian Kesalahan Pada Sistem Operasi Closed Source 
· Jenis-jenis kerusakan saat instalasi sistem operasi closed source 
· Pencarian kesalahan pada hasil instalasi sistem operasi 

Perkembangan Sistem Operasi Open Source 
Unix
Linux
(Debian, SuSe, Open SuSe, CentOS, Ubuntu dan lain sebagainya) 

Struktur Sitem Operasi Open Source 
· Gambar / Arsitektur Sistem Operasi 
· Penjadwalam Processor 
· Manajemen Memori 
· Manajemen Input Output (I/O) 

Proses Booting Pada Sistem Operasi Open Source 
· Boot Manager 
· Power On Self Test (POST) 

Instalasi Sistem Operasi Open Source 
· Partisi harddisk dan sistem file 
· Metode instalasi sistem operasi clean install, 
· Metode instalasi sistem upgrade 
· Metode instalasi sistem operasi multibooting 
· Metode instalasi sistem operasi virtualisasi 

Administrasi Sistem Operasi Open Source 
· Perintah-perintah dasar sistem operasi Linux 
· Operasi file dan struktur direktori 
· Proses dan Manajemen Proses 
· Manajemen User dan Group 
· Manajemen Aplikasi 

Prosedur Pencarian Kesalahan Pada Sistem Operasi Open Source 
· Jenis-jenis kerusakan saat instalasi sistem operasi open source 
· Pencarian kesalahan pada hasil instalasi sistem operasi open source 

-------- Bentuk Slide -------










Tizen, saatnya bangsa ini berbicara

Android dan iOS saat ini mendominasi OS smartphone. Dalam dua atau tiga tahun kedepan, diprediksi raksasa baru Tizen, akan menantang dominasi duo OS tsb. Sistem operasi berbasis Linux ini diperkirakan datang lebih awal, setelah Samsung mengkonfirmasikan bahwa pihaknya akan meluncurkan beberapa perangkat berbasis Tizen tahun ini. Tizen memiliki potensi membuat kewalahan duo pemimpin pasar. Saat ini, Android memegang sekitar 70% dari pasar OS smartphone, dan Apple iOS menggenggam sekitar 14%. Sisanya dinikmati oleh BB, Windows 8 dll. Apabila Tizen diterima pasar secara baik, diperkirakan dengan cepat akan mengubah peta kekuasaan OS untuk smart device. Microsoft, Nokia dan Research In Motion sampai Apple akan menjadi perusahaan yang akan terpengaruh.
Apa itu Tizen ?
Bermula dari kolaborasi Samsung dengan Perpustakaan Yayasan Pencerahan (EFL) selama bertahun-tahun dikenal sebagai LiMo, atau platform Linux untuk ponsel. Nama LiMo ini kemudian diubah menjadi Tizen tahun 2011 ketika Intel bergabung dengan proyek ini, dengan Sprint juga setuju untuk menjadi bagian dari asosiasi. Proyek Tizen berada dalam Linux Foundation dan diatur oleh Kelompok Pengarah Teknis (TSG). TSG, yang dimotori oleh Intel dan Samsung, adalah badan pengambilan keputusan utama, dengan fokus pada pengembangan platform dan pengiriman, bersama dengan pembentukan kelompok kerja untuk mendukung perangkat vertikal. Tizen menghadirkan open-source sistem operasi yang menawarkan pengalaman pengguna yang seragam di berbagai perangkat, mulai  dari tablet, smartphone, smart TV, Car Navi, Digital camera sampai perakat hiburan keluarga seperti home theatre. Tizen 2.0 diharapkan akan dirilis bulan ini.
Mengapa Tizen menjadi pilihan ? Sama seperti Android, Tizen berbasis open source. Hal ini memberikan ruang kesempatan kepada siapapun untuk berpartisipasi dalam pembuatan aplikasi. Seperti pengalaman pada software open source lainnya, kans dibanjiri pengguna dan pengembang menjadi lebih besar.
Alasan kedua, belajar dari sejarah, kunci utama keberhasil Android dan iOS adalah ketersediaan aplikasi oleh para pengembang. Tizen menyediakan environment yang kuat dan fleksibel dengan memakai HTML5. Sehingga, diperkirakan akan populer di kalangan developer.
Alasan ketiga, berbeda dengan Android atau iOS, Tizen memungkinkan  para pengembang membuat aplikasi lintas platform. Dari smartphone, tablet, smart TV sampai Car Navi. Dengan cakupan perakat yang lebih luas tsb. akan memberikan banyak keuntungan bagi maker, developer sampai kepada pengguna. Baik pengguna maupun developer mendapat kemudahan berupa aplikasi secara "seamless" untuk berbagai perakat. Alasan terakhir, sistem operasi ini memberikan operator Telco kemampuan untuk menawarkan layanan mereka sendiri dengan cara yang jauh lebih mudah. Dan, pada akhirnya, lebih menguntungkan daripada Android, yang saat ini membuat sulit bagi operator untuk melakukan hal yang sama. Maka tidak mengherankan bahwa operator papan atas di seluruh dunia, seperti NTT DoCoMo, operator nirkabel terbesar di Jepang, Vodafone di Inggris, Sprint di USA, France Telecom dll. mendukung proyek Tizen ini.
Harapan
Smart device seperti smartphone dan tablet, dengan cepat mendominasi dunia. Kehadirannya telah membunuh berbagai perakat. MP3 player, voice recorder, digital kamera, video game, PDA, digital reader, GPS portable dll. adalah sederet "contoh soal" perakat yang menuju liang kubur setelah kehadiran smartphone. Tidak mengherankan pasar perakat smartphone dan aplikasinya tumbuh menjadi sekitar USD 300 milyar di tahun lalu. Melihat arah perkembangan teknologi dan peluang pasar diatas, serta berbagai kemudahan yang diberikan Tizen, ada baiknya para praktisi Indonesia, khususnya para pengembang aplikasi, memanfaatkan kesempatan emas ini. Untuk sisi perakat, seperti Android, Tizen menjadi pilihan yang sempurna. Walaupun hanya sekedar berupa merek, diperkirakan merek lokal yang dijalankan dengan OS Tizen akan menjamur. Untuk aplikasi, HTML5 yang kompetibel dengan berbagai browser, diperkirakan lebih "ramah" bagi para pengembang aplikasi di Indonesia. Apalagi setelah kita melihat kenyataan bahwa sulitnya mencari pengembang OS seperti Android, iOS atau BB di negeri ini. Harapan saya, dengan kehadiran Tizen ini, saatnya bangsa kita untuk berbicara !!!

Ubuntu 10.04 LTS Desktop

  • Boot Speed, saat ini ubuntu booting lebih cepat di hampir semua komputer termasuk netbook.
  • Integrasi social network, dengan menu barunya ‘Me Menu’. Seperti Facebook, Digg, Twitter dan Identi.ca. Juga disertakan Google talk, MSN, IRC dan lainnya.
  • Ubuntu One, meningkatkan integrasi desktop untuk layanan online, file dan folder dapat di share dan di simpan di “cloud” dengan lebih mudah.
  • Ubuntu One Music Store
  • Ubuntu Software Center 2.0, cara mudah untuk menemukan software baru. Serta berbagai menu berkaitan dengan software lainnya.
  • Ubuntu 10.4 Netbook Edition (UNE), sangat tepat untuk di install di netbook dengan peningkatan kecepatan di media SSD.
Ubuntu 10.04 LTS desktop edition dan Netbook Edition tersedia gratis di website http://www.ubuntu.com. Pengguna juga dapat mengupgrade dari versi sebelumnya 8.04 atau 9.10. Bagi yang ingin mencoba langsung dan mempunyai bandwidth yang lumayan, bisa langsung download CD Ubuntu 10.04 langsung ( sekitar 700 MB).

======= Slide ======




 
Copyright © 2013. SERVICEBYONLINE - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger